Kepadatan

Kepadatan adalah hasil bagi jumlah objek terhadap luas daerah. Dengan demikian satuan yang digunakan adalah satuan/luas daerah, misalnya: buah/m2. Sebagai contoh, kepadatan penduduk disebut sebagai 65 orang/km2.

Menurut Sudstrom, kepadatan adalah sejumlah manusia dalam setiap unit ruangan atau sejumlah individu yang berada disuatu wilayah tertentu dan lebih bersifat fisik.

Holahan (1982) menggolongkan kepadatan kedalam dua kategori, yaitu:

1.  Kepadatan spasial. Terjadi bila besar atau luas ruangan diubah menjadi lebih kecil atau semoit sedangkan jumlah individu tetap, sehingga didapatkan kepadatan meningkat sejalan menurunnya besar ruang.

2.  Kepadatan sosial. Terjadi bila jumlah individu ditambah tanpa diiringi dengan penambahan besar atau luas ruangan sehingga  didapatkan kepadatan meingkat sejalan dengan bertambahnya individu.

Altman (1975) membagi kepadatan menjadi:

1.  Kepadatan dalam yaitu sejumlah individu yang berada dalam suatu ruang atau tempat tinggal seperti kepadatan di dalam rumah, kamar.

2. Kepadatan luar yaitu sejumlah individu yang berada pada suatu wilayah tertentu, seperti jumlah penduduk yang bermukim di suatu wilayah pemukiman.

Taylor (dalam Gifford,1982) mengatakan bahwa lingkungan sekitar dapat merupakan sumber yang penting dalam mempengaruhi sikap, peril.aku dan keadaan internal seseorang di suatu tempat tinggal. Oleh karena itu individu yang bermukim di pemukiman dengan kepadatan yang berbeda mungkin menunjukkan sikap dan perilaku yang berbeda.

Taylor berpendapat bahwa lingkungan sekitar dapat merupakan sumber yang penting dalam mempengaruhi sikap, perilaku dan keadaan internal individu disuatu tempat tinggal.

Kepadatan tiinggi mreupakan stressor lingkungan yang dapat menimbulkan kesesakan bagi individu yang berada di dalamnya. Stressor lingkungan merupakan salah satu aspek lingkungan yang dapat menyebabkan stress, penyakit, atau akibat-akibat negative pada perilaku masyarakat.

Menurut Koerte (dalam Budihardjo, 1991) faktor-falkor seperti ras, kebiasaan, adat-istiadat, penglaman masa silam,struktur sosial, dan lain-lain akan sangat menentukan apakah kepadatan tertentu dapat menimbulkan perasaan sesak atau tidak.

Epstein (dalam Seras dkk, 1994) menemukan bahwa pengaruh kepadatan tinggi tempat tinggal tidak akan terjadi apabila penghuni mempunyai sikap kooperatif dan tingkat pengendalian tertentu.

 

Dapus: http://id.wikipedia.org/wiki/Kepadatan

http://www.elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/peng_psikologi_lingkungan/bab4-kepadatan_dan_kesesakan_features.pdf

 

This entry was posted in Psikologi Lingkungan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s